Trip to Pondok Pesantren Darunnaem Pesse

Ini pertama kalinya bagi saya, dan kedua teman sayang yakni si Miiyaa  dan Mellyy W  namun terkecuali utk Si Anha, karena dia yang tuan rumah utk kami kunjungi disana. Sebenarnya ini sudah perjalanan ke 2 saya mengunjungi ponpes Pesse ini, tapi perjalanan saya yang pertama sempat gagal karena ketakutan saya lebih besar dibandingkan keberanian saya menyusuri jalan yang nyaris hampir hutan kusebutnya. Hingga pada akhirnya kuputuskan utk putar balik dan tidak melanjutkan perjalanan saya, terlebih lagi pada saat itu saya menggunakan kendaraan roda 4 ke lokasinya dan kebetulan sedang musim penghujan. Tentu perasaan was-was semisal mobilnya terjebak lumpur di tengah jalan, tiba² ada orang iseng/usil di tengah jalan, ketemu hewan liar, dll karena pada saat itu yang berada dimobil itu hanya saya dan adik laki² saya yg bungsu. 

Pondok pesantren ini terletak kurang lebih 2km dari jalan poros. Diluar dugaan saya, awalnya kupikir bhw pesantren ini benar² terpencil dan jauh dari lingkungan penduduk. Ternyata bnyak kok rumah penduduk disekitar pesantren, warganya ramah² lagi... Selain itu tersedia fasilitas pondok/asrama utk guru maupun siswa yang tergabung dalam ponpes ini. Dan kabar yang saya dengar setelah sempat tanya² dan bercerita panjang x lebar dengan si Ana ini yakni Alhamdulillah, dengan bersekolah di ponpes ini tidak dikenakan biaya sepeserpun (Masya Allah bnget kan) dikatakan jg bhwa memang sudah ada donatur tetap maupun sumbangan sukarela dari dermawan. Terutama pada acara penanggalan Islam, semisal maulid, isra mi'raj, tahun baru Masehi, dll. Pasti banyak sumbangsi dari tokoh masyarakat baik berupa makanan maupun bahan pangan, dll. Karena kesempatan itu jg biasa dijadikan sebagai ajang silaturahmi. 

Okk, lanjut ....

Dalam ponpes ini terbagi atas 4 tingkat diantaranya, RA, MI, MTs, dan MA. Masya Allah lengkap yah. Oiya, kebayang gak sih anak yang masih usia dibawah 10 tahun sudah terbiasa pisah dengan orang tuanya kemudian memilih utk mondok (jujur saya mengaku kalah dari mereka) . Meskipun semuanya masih sangat terbatas tapi Alhamdulillah, antusias dan semngat belajar mereka tidak kalah kok dengan siswa(i) yang bersekolah di sekolah umum maupun negeri di luaran sana. Oiyya, salah satu hal yang menarik menurut saya dari cerita si Ana ini yakni.... Yang bertugas utk memasak di ponpes ini yakni para siswa, kemudian guru nya tinggal mengarahkan saja nnti siswa yg eksekusi. Duhh, benar² diajarkan utk mandiri. Anak² seusia mereka sudah bisa memasak berbagai macam masakan. Selain itu belum ada sarana yg menyediakan jasa laundry pakaian, biasanya kan dipesantren diluar sana ada yg disediakan jasa londry. Itu diperuntukkan utk mereka yang belum terbiasa mencuci baju sendiri atau sangat sibuk dengan pelajarannya. Oiyya, saya jg melihat pemandangan yang sedikit membuat kaget terkhusus bagi saya pribadi. Kulihat segerombolan anak² yang sedang membawa ember masing² menuju ke pondokan nya. Kemudian kutnya ke Ana, memangnya air disini tidak mengalir ? Iya, sedang bermasalah penampungan airnya. Jadi mau tidak mau beginilah kehidupan yang harus dijalani bagi penghuni asrama, bgitu kata yang terlontar dari si Ana ini. 

Mungkin sekian dlu utk ngebacotnya saya malam ini, dan yang tak kala penting. Jangan lupa mengabadikan moment hehehe. Foto kami ini diambil tepatnya di pintu gerbang pesantren Darunnaem Pesse, kecamatan Donri-Donri, kabupaten Soppeng.  Oiya, smua santri yang hendak masuk ke lokasi ramah banget dalam menyapa kami. 


Sri Rahmanita Tamrin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perdana Naik Teman Bus Trans Mamminasata

Minder

Love Yourself